PROPOSAL PUPUK ORGANIK
Sekilas Tentang Pupuk Organik
Pemerintah melalui Deptan mengalokasikan subsidi pupuk organik untuk tanaman pangan sebesar 345 ribu ton tahun ini yang produksi dan distribusinya diserahkan kepada empat BUMN pupuk.
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 76/Permentan/O.T.140/12/2007 tertanggal 28 Desember 2007 menyebutkan empat BUMN pupuk yang ditugasi memproduksi pupuk organik subsidi tersebut adalah PT Petrokimia Gresik sebesar 300 ribu ton, PT Pupuk Kalimantan Timur sebesar 25 ribu ton, PT Pupuk Sriwijaya dan PT Pupuk Kujang masing-masing sebesar 10 ribu ton.
Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik (Petrogres) Bambang Tjahjono ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengakui alokasi pupuk organik bersubsidi baru pertama kali dilakukan pemerintah pada tahun ini, dengan total alokasi mencapai 345 ribu ton.
"Pupuk organik tersebut ditujukan untuk memperbaiki struktur tanah, yang rusak akibat pemakaian pupuk kimia bertahun-tahun. Pupuk organik ditujukan untuk menggemburkan tanah kembali," katanya.
Ia mengatakan, berbagai mikroba dan bakteri yang terdapat dalam pupuk organik akan mampu melarutkan dan mengikat zat-zat yang dibutuhkan tanah, agar produktifitasnya meningkat.
Diakuinya, sebenarnya telah banyak beredar pupuk organik di dalam negeri, namun kebanyakan tidak memiliki standar yang jelas. Sedangkan empat BUMN yang ditugasi memproduksi dan memasarkan pupuk organik bersubsidi memproduksi pupuk organik sesuai dengan standar yang ditentukan Deptan.
"Saat ini memang jumlah pupuk organik bersubsidi masih kecil, baru sebesar 345 ribu ton, tapi tahun-tahun mendatang akan terus meningkat terkait kebutuhan untuk meningkatkan produktifitas tanah," ujar Bambang.
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 76/Permentan/OT.140/12/2007, harga eceran tertinggi (HET) pupuk organik Rp 1.000 per kilogram (kg) dan berlaku sejak 1 Januari 2008.
Lebih jauh Bambang mengatakan, sebagai BUMN yang diberi tugas produksi dan menyalurkan pupuk organik subsidi terbesar, Petrogres bekerjasama dengan sejumlah usaha kecil dan menengah (UKM) melalui sistem waralaba untuk memproduksi pupuk organik yang diberi merek Petroganik.
"Saat ini ada 25 pabrik Petroganik di berbagai daerah di Jatim, Jateng, Jabar, dan Lampung, dengan kapasitas rata-rata sebesar 10 ribu ton per tahun," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan penugasan yang diberikan pemerintah saat ini untuk produksi pupuk organik subsidi masih sesuai dengan kemampuan. Rencananya, Petrogres akan mengembangkan waralaba Petroganik lebih luas lagi.
"Saat ini ada 20 pabrik pupuk organik dalam tahap pembangunan," ujarnya. Pabrik baru tersebut antara lain akan berada di Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Lampung, dan Jawa Barat.
Bambang memperkirakan investasi pupuk organik dengan kapasitas 10 ribu ton per tahun mencapai sekitar Rp800 juta
Pupuk Organik
Penggunaan pupuk di dunia terus meningkat sesuai dengan pertambahan luas areal pertanian, pertambahan penduduk, kenaikan tingkat intensifikasi serta makin beragamnya penggu¬naan pupuk sebagai usaha peningkatan hasil pertanian. Para ahli lingkungan hidup khawatir dengan pemakaian pupuk mineral yang berasal dari pabrik ini akan menambah tingkat polusi tanah yang akhirnya berpengaruh juga terhadap kesehatan manusia.
Berdasarkan hal tersebut makin berkembang alasan untuk mengurangi penggunaan pupuk mineral dan agar pembuatan pabrik-pabrik pupuk di dunia dikurangi atau dihentikan sama sekali agar manusia bisa terhindar dari malapetaka polusi. Upaya pembudidayaan tanaman dengan pertanian organik merupakan usaha untuk dapat mendapatkan bahan makanan tanpa penggunaan pupuk anorganik. Dengan sitem ini diharapkan tanaman dapat hidup tanpa ada masukan dari luar sehingga dalam kehidupan tanaman terdapat suatu siklus hidup yang tertutup.
Banyak sifat baik pupuk organik terhadap kesuburan tanah antara lain ialah:
a. Bahan organik dalam proses mineralisasi akan melepas¬kan hara tanaman dengan lengkap (N, P, K, Ca, Mg, S, serta hara mikro) dalam jumlah tidak tentu dan relatif kecil.
b. Dapat memperbaiki struktur tanah, menyebabkan tanah menjadi ringan untuk diolah dan mudah ditembus akar.
c. Tanah lebih mudah diolah untuk tanah-tanah berat.
d. Meningkatkan daya menahan air (water holding capaci¬ty). Sehingga kamampuan tanah untuk menyediakan air menjadi lebih banyak. Kelengasan air tanah lebih terjaga.
e. Permeabilitas tanah menjadi lebih baik. Menurunkan permeabilitas pada tanah bertekstur kasar (pasiran), sebaliknya meningkatkan permeabilitas pada tanah bertekstur sangat lembut (lempungan).
f. Meningkatkan KPK (Kapasitas Pertukaran Kation ) se¬hingga kemampuan mengikat kation menjadi lebih tinggi, aki¬batnya apabila dipupuk dengan dosis tinggi hara tanaman tidak mudah tercuci.
g. Memperbaiki kehidupan biologi tanah (baik hewan ting¬kat tinggi maupun tingkat rendah ) menjadi lebih baik karena ketersediaan makan lebih terjamin.
h. Dapat meningkatkan daya sangga (buffering capasity) terhadap goncangan perubahan drastis sifat tanah.
i. Mengandung mikrobia dalam jumlah cukup yang berperanan dalam proses dekomposisi bahan organik.
Proses Pembuatan Pupuk Organik
Pupuk organik bisa dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Bisa dibuat curah, table, pelet, briket, atau granul. Pemilihan bentuk ini tergantung pada penggunaan, biaya, dan aspek-aspek pemasaran lainnya. Salah satu bentuk yang banyak dipakai adalah granul. Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.
Bahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya
Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. Lebih kering lebih bagus.
Rotary dryer untuk mengeringkan kompos/pupuk organik.
Diamater alatnya kurang lebih 150 cm dan panjang 9 m.
Penggilingan dan Pengayakan
Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.
Granulasi
Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr - 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.
Pembuatan granul dengan Parabola Granulator.
Alat lain yang khusus dibuat untuk granulasi adalah pan granulator. Alat ini berbentuk piringan yang berputar. Prinsip kerjanya sih masih sama dengan cara nampan di atas. Ukuran piringan bisa bermacam-macam. Kami memiliki pan granulator dengan diameter yang berukuran 3 m.
Setelah granul terbentuk, granul ini perlu diayak untuk mendapatkan ukuran granul yang seragam. Ukuran ayakan tergantung pada ukuran granul yang akan dibuat.
Pengemasan
Langkah berikutnya adalah pengemasan pupuk granul. Ukuran kemasan berukurang 40 kg dengan label Pupuk Organik Plus dengan menggunakan karung yang telah disediakan oleh BUMN
Namun demikian tidak tertutup kemungkinan untuk kerja sama maupun kontrak dengan pihak lain selama bahan baku yang kita sediakan masih mencukupi.
Peralatan PUPUK ORGANIK
Rincian Harga Peralatan Per Paket
No Nama Alat Estimasi Harga
Dalam juta (Rupiah)
1 Mesin Crusser Kasar 60
2 Mesin Pencacah 60
3 Mesin Vibrating Screen 50
4 Mesin Crusser Halus 60
5 Mesin Granulator 235
6 Mesin Dryer 115
7 Mesin Dihumdifier 100
8 Mesin Tromol Screen Soefing 50
9 Bak Mixxing 15
10 Belt Conveyor 35
11 Pompa Tangki dan Spayer Microba 20
12 Pompa dan Tangki Tetes Tebu untuk Granulator 20
13 Air Compresor 5
14 Screw Conveyor 135
Paket Mesin semi otomatis 960
organik
Jumat, 01 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
Untuk Pemesanan Mesin, bisakah hanya dengan per 1 item?
Regards,
Ravi Pandjaitan
PT Radinka Aria International
021-99833722
Posting Komentar